Catatan

Mba Yuni ~

“Mba Yuni, jangan lupa sms yah mba. Jangan lupakan saya. Ati-ati disana. Kabar-kabar yah mba”

Rasanya pengen banget bilang gitu pas Mba Yuni pamitan, tapi apa daya yang ada cuma bilang “ati-ati yah mba”, itupun setelah salaman sama mba Yuni yang datang ke kamar buat pamitan. Rasanya sedih. Memang sih, aku jarang bahkan hanya sesekali berbicara dengan mba Yuni. Ngobrol panjang lebar pun belum pernah walaupun sudah lumayan lama dia menempati salah satu kamar di kosanku. Tapi tetap saja yang namanya perpisahan akan meninggalkan kesan yang tidak enak. Karena itulah aku kurang menyukai perpisahan.

Sore itu ketika sedang sibuk menonton acara favorit setiap minggu “Little Miss Indonesia” bersama Unni, tiba-tiba mba Yuni nongol di depan pintu dan bilang “Mba, maaf pintunya tutup dulu yah? Ada cowok mau masuk”. Kami pun mengangguk. Seperti itulah kebiasaan di kosan, tiap ada cowok yang mau masuk ke kosan harus ngasih tau ke penghuni kos lain biar pada nutup pintu. Maklumlah di kosan semuanya pada pakai kerudung jadi kita menjaga ketat aturan itu. Gak mau kan auratnya dilihat cowok yang bukan mahramnya.

Sore itu mba Yuni keliatan rapi sekali. Aku dan Unni hanya mengira mba Yuni sedang mengajak temannya berkunjung. Tapi memang jarang sekali mba Yuni mengajak temannya apalagi cowok buat masuk ke kamar. Aku dan Unni masih sibuk nonton Little Miss Indonesia, sesekali Unni mengganti chanel dan menonton Master Chef 3.  Ketika kami sedang klekaran sambil nonton tv, tiba-tiba mba Yuni mengetuk pintu. Mba Yuni pun bilang “Mba, pamit yah.” Aku dan Unni serentak langsung shock, setengah percaya setengah tidak. Unni pun menjawab “Mau pindah kemana mba?”. Disusul dengan jawaban mba Yuni “Belum tau mba, mau cari kerja lagi.” Aku yang dari tadi masih cengong akhirnya bisa mengeluarkan kata-kata terakhir sebelum mba Yuni pergi, aku bilang “Iya, ati-ati yah mba.” Setelah saling berbagi senyum, pintu kamar pun ditutup kembali, meninggalkan aku dan Unni di dalam kamar dan mba Yuni yang sudah jalan keluar untuk berpamitan dengan mba-mba penghuni kosan lainnya.

Aku masih ingat beberapa hari yang lalu, pagi itu aku sedang mencuci tangan di wastafel dekat kamar mba Yuni. Mba Yuni saat itu sedang menjemur pakaian. Aku kemudian bertanya kepadanya “Mba ga masuk kerja?” karena saat itu hari kerja dan semua mba kosan masuk kecuali mba Yuni padahal tempat kerja mereka sama. Mba Yuni pun menjawab “Oh, udah ga kerja di sana aku mba.” Aku hanya menjawab “Oh, iya mba” kemudian berjalan ke kamar. Itu terakhir kali aku bercakap dengan mba Yuni. Aku sama sekali tidak mengira mba Yuni akan pindah secepat ini.

Mba Yuni begitu baik, walaupun dia termasuk penghuni baru di kosan tapi dia ramah dan rajin. Dia selalu bangun paling awal dan mandi paling awal. Sekalin itu dia juga selalu memberitahuku ketika sesekali aku asal nyelonong keluar padahal mba kamar sebelah mengajak masuk teman cowok. Mba Yuni juga salah satu mba kosan yang paling sering aku sapa. Dia orangnya tidak terlalu berisik seperti mba-mba kosan lain, juga sangat perhatian dan dewasa. Pernah suatu ketika aku meminta plastik kepadanya, aku butuh plastik buat naruh es batu. Padahal saat itu aku belum begitu kenal dengan mba Yuni. Pas aku tanya ke dia apakah dia punya plastic, dia langsung memberikanku plastik itu. Sepele memang, cuma plastik tapi aku sangat senang karena mba Yuni bersikap baik kepadaku juga kepada penghuni kosan lain. Dia juga sering menawari mba kosan makan ketika dia akan beli makan. Dia juga sesekali memberi jajan kepadaku dan Unni.

Sekarang mba Yuni udah pindah dan aku tidak punya no handphone mba Yuni. Entah kapan bisa bertemu lagi dengan mba Yuni. Mba Yuni bukan mba kosan yang pertama kali pindah dari kosan, tapi mba Yuni salah satu mba kosan yang aku merasa kehilangan ketika dia pindah. Semoga sampai kapanpun kami masih saling mengingat. Jika nanti suatu saat dimanapun itu ketika aku bertemu dengannya semoga kami masih saling menyapa. Lagi-lagi aku bertemu sesuatu hal yang kurang aku suka, bertemu perpisahan.

Memang, akan terasa lebih berarti ketika sudah tidak bersama

memory

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s