Catatan

Menempa Diri

Kemarin sore, bapak-bapak sebelah nanya “Mba nanti pulang jam berapa?”. Aku jawab “Pulang malem pak”. Bapaknya senyum sambil berkata lagi “Oh, udah ikutan pulang malem juga yah”, sambil ketawa lalu pamitan pulang. Sampai punggungnya hilang setelah belok dari pintu aku masih meraba-raba arti pertanyaannya itu.

-Keesokan harinya-
Sampai meja kerja, buka tas ambil buku, pulpen, botol minum, hp. Kemudian copot jaket sambil nyalain komputer. Setelah komputer nyala, buka server, buka projek, buka google. Semua perlengkapan tempur sudah disiapkan. bahkan sudah siap untuk bertempur sampe malam biar besoknya bisa ke kampus ketemu temen-temen. Tapi semuanya malah balik menyerangku dan besok terancam gagal ketemu sama temen-temen. Bisa sih ketemu tapi sebagai gantinya minggu harus masuk kerja. #SHOCK Karena ga bisa bilang apa-apa akhirnya aku mengiyakan saja permintaan atasanku, sambil membesarkan hati biar siap masuk minggu. #pas kondisi ini di atas kepalaku seolah-olah kebayang wajah Unni yang sedang ngerjain lampiran B sendirian, asli ga enak banget sama dia soalnya aku ga bisa ngasih kontibusi banyak buat revisi TA setelah aku kerja. #selain itu aku juga kebayang ember biruku dengan setumpuk cucian yang sama sekali belum aku sentuh. #aku juga kebayang filmku “The Fugitive of Joseon” yang nanggung banget ga aku lanjutin padahal udah sampe episode 16 -______-

Setelah itu ada sesuatu terjadi. Kontribusiku selama ini dipertanyakan. Pilihanku untuk disini dipertanyakan. Perjuanganku untuk masuk setiap hari sabtu tak dirasa. Dan perkataan yang kurang mengenakkan hatiku keluar maka saat itu juga aku pun langsung nunduk. Air matanya pun jatuh. #udah ga bisa ditahan. Langsung ke kamar mandi, ke musholla buat wudhu dan sholat. Lumayan tenang. Kemudian dimulailah wejangan-wejangan dari mba-mbanya. perhatian sekali mba-mbanya itu.

Aku memang bukan orang yang bisa untuk cuek dan untuk berperasaan keras walaupun dalam keadaan yang itu sangat dibutuhkan untuk cuek dan ber-hard feeling. Bukan aku. Aku terbiasa sangat berperasaan, karena itu aku memikirkan apa akibat dari perilakuku kepada orang lain. kalau kita berbuat baik pasti dapet yang terbaik bukan? Itu pendapatku. Dan aku tidak biasa membantah dan tidak biasa mengobral janji. Oke, aku bisa kok berkomunikasi. bahkan aku pernah menjadi moderator, menjadi MC, dan dosenku mmeberikan kepercayaan sebagai salah satu pemateri saat ada seminar mata kuliah di kampus. Cuma aku ga mau berkomunikasi kalau cuma buat bilang janji-janji. aku lebih suka melakukan yang aku bisa semaksimal mungkin. Kalau aku dikasih tugas juga bakal aku kerjain semaksimal aku bisa. Seriusan. Dan kalau ada masalah dengan tugas itu aku juga akan bilang.

Sudahlah, apapun itu hanya bisa sedikit aku jelaskan di meja duniaku ini. Yang jelas aku sedang belajar, belajar dari semua itu, juga belajar untuk mengerti orang lain. Aku sedang ditempa, untuk menjadi lebih kuat. untuk bisa lebih bersinar. Allah sudah menuliskannya, aku bersyukur bisa mendapatkan tempaan seperti ini. Aku dipilih Allah untuk menjadi lebih kuat. Aku harus bersyukur dengan kondisiku saat ini. Kata bapak “Allah selalu bersamaku.Pasti ada hikmahnya.” dan kata ibuk “Aku sedang diajari untuk mengerti kehidupan yang sebenarnya. Untuk jadi lebih dewasa.”

Aku beruntung punya mereka semua. Makasih bapak ibuk udah selalu ada kapanpun untukku.

Advertisements

6 thoughts on “Menempa Diri”

  1. Karena hidup itu penuh masalah, dan “satu” masalah mempunyai “beribu” jalan keluar..

    Bukannya Allah Ta’ala sudah berfirman dalam surat Al-Insyirah, ” Inna ma’al ‘Usri Yusra :: Wa inna ma’al ‘usri Yusra” “Sesungguhnya bersama sebuah kesulitan itu ada kemudahan (banyak dan tak terduga) :: dan sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan (banyak dan tak terduga)” Wallahua’lam πŸ™‚

  2. Semangat! jangan ada sebuah penyesalan untuk sebuah keputusan karena itu adalah pilihan. Tuhan gak tidur, pasti akan ada “hadiahnya” kok, suatu hari nanti (Berdasarkan pengalaman)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s