Catatan

Aku dan Emie

Jika ditanya makanan favoritku, aku akan menjawab EMIE. Walaupun aku tau ga baik makan makanan instan namun emie tetap menjadi makanan yang aku sukai. Suka banget malah. Seperti saat pulang kampung kali ini, saatnya aku kembali bertemu dengan emie.

Malam takbiran. Aku dan adekku diminta bapak untuk mengantarkan zakat ke mushola. Setelah selesai mengantarkan zakat, adekku mengajakku ke alfamart untuk membeli POP MIE. Aku langsung menyetujui usul adekku itu. Iyah, sejak aku pulang kampung, di perjalanan aku ingin sekali membeli pop mie namun urung aku lakukan karena ketika bus berhenti aku harus cepat-cepat ke kamar mandi jadi ga sempat buat beli pop mie L. Adekku meminta uang ke ibuku kemudian kami tancap gas menuju alfamart. Disana kami langsung membeli empat pop mie, masing-masing rasa baso sapi, dua rasa ayam bawang, dan rasa ayam. Sampai di rumah  ternyata tak hanya aku aja, bapak dam ibuk juga ingin makan pop mie. Maka empat pop mie itu pun kami masak. Setelah menunggu air dispenser anget dan menuangkan di pop mie, 3 menit kemudian pop mie siap disantap. Lep Lep Lep langsung semuanya abis. Kenyaang, alhamdulillah akhirnya makan pop mie nya kesampean juga.

5SsZVWEUud

Setelah sholat ied. Rutinitas keluarga kami, setelah sholat id kami akan mengunjungi rumah saudara dari bapaknya ibuk untuk bersilaturahmi. Sebelum berangkat, bapak menyuruh kami sarapan. Adekku lagi-lagi mengusulkan ide yang cemerlang. Dia mengajak membuat mie goreng. Asiiik.. Karena aku jarang pulang (macam bang Toyib aja) maka mbahku dengan senang hati menawarkan diri untuk membuatkan mie goreng untuk kami. Hwaaa.. So sweeet.. Aku emang kangen banget sama mie bikinan embah. Iyah lah enak banget kalau dibandingkan dengan emie bikin di kosan. Soalnya beda banget deh mulai dari cara bikinnya. Kalau di kosan itu masak air di magic com, abis itu baru masukin mie nya di magic com juga. Sedangkan kalau di rumah masaknya pakai panci di kompor gas.  Selain itu kalau di rumah biasanya mbah sering masakin mie dan mie bikinan mbah itu enak banget.

Mbah bikinin kami mie goreng sama telur. Telurnya dicampur sama mie nya .Emm, nyummy.. Aku sama adek langsung melahap abis mie itu. Kalau mbah bikin lagi pasti kami ga segan buat ngabisinnya. Tiga piring emie bisa lah masuk perut kami. Haha.. Tapi sayangnya bapak udah manggil kami buat mulai jalan ke rumah sodara. Yaah…

Ga papa setelah pulang dari saudara kan kami bisa lagi minta dibikinin emie sama embah. Hehe.. Pokoknya emie dan aku tak bisa terpisahkan. I love you so much emie..

Ditulis di rumah saat lebaran tahun lalu 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Aku dan Emie”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s