Catatan

Dia, Menolak dengan Senyuman

Aku sudah menganggapnya seperti kakak sepupuku sendiri walaupun bapaknya dan bapakku bukan saudara sedarah. Namun karena kedekatan bapak kami lah kami menjadi dekat dan membuatku menganggapnya seperti saudaraku sendiri. Dari kecil aku selalu mengaguminya, dia kakak yang pintar. Semasa kecil dia sering belajar di rumahku, bapak menjadi guru privatnya. Saat itu dia tinggal di rumah neneknya yang letaknya tak jauh dari rumahku sedangkan bapaknya tinggal di Jogja. Semasa SD itulah aku menjadi akrab dengannya karena dia sering ke rumahku.

Setelah lulus SD, dia melanjutkan sekolah ke SMP di Jogja dan tinggal bersama orang tuanya. Aku mulai jarang bertemu dengannya. Hanya ketika lebaran atau ketika dia berkunjung ke rumah neneknya lah kami saling bertemu. Hanya saling bertemu, karena kami sudah jarang bertemu maka kami sudah agak canggung untuk mengobrol. Semenjak SMA sampai sekarang aku lebih jarang bertemu dengannya. Aku hanya mendengar kabarnya dari cerita bapak. Saat bapak bercerita bahwa dia sekanag kuliah di UGM, saat itu aku baru tau dia sudah kuliah. Saat bapak bercerita IPKnya selalu bagus dengan nilai minimal B. Saat itu pula aku tahu bahwa sampai sekarang dia masih sama, seorang kakak yang pintar. Sampai ketika bapak cerita bahwa sekarang dia bekerja di salah satu kementrian di Jakarta, saat itu juga aku baru tau bahwa dia sekarang sudah menjadi pegawai negeri yang keren. Selebihnya aku tau tentangnya dari facebooknya. Aku tau ketika dia pergi ke luar pulau Jawa untuk melaksanakan tugas. Haha.. aku tau yang bapak tidak tau karena bapak tak sekepo aku di facebook 😀

Banyak yang berubah darinya dibandingkan dia yang dulu. Dia lebih tua, tentu. Dia lebih dewasa dan satu hal yang sangat mencolok adalah dia sekarang lebih alim.Yah, lagi-lagi dari facebook aku sering melihat statusnya yang berisi nasehat-nasehat kehidupan yang islami dan menentramkan. Bagaimanapun dia, tetap tak mengubah rasa kagumku kepadanya. Sejak dulu aku ingin sepertinya. Menjadi anak yang pintar.

Lebaran taun lalu aku bertemu dengannya di rumah neneknya. Aku sudah kuliah semester 4 dan dia sudah bekerja di Jakarta selama setahun. Dia tersenyum menyambut kedatanganku, bapak, ibuk, dan adekku. Setelah bersalaman dengan bapak dan ibuk kemudian dia mendatangiku untuk bersalaman denganku kemudian adekku. Saat itu aku masih menjabat tangannya, tangan kami masih bersentuhan. Dia sedikit mengobrol dan menanyakan kabarku. Aku menjawabnya dengan santai. Kami sedikit bercanda.

Lebaran taun ini, aku dan bapak, ibuk, adekku kembali berkunjung ke rumah neneknya. Setelah bersalaman dengan bapak ibuknya kami pun duduk. Karena tak melihat sosoknya bapakpun menanyakannya. Kemudian ibuknya memanggilnya keluar. Dia keluar, berjalan ke arah bapak. Menjabat tangan bapak dan tersenyum. Kemudian berjalan ke arahku, aku sudah siap menjabat tangannya namun seketika aku cengong ketika dia menutupkan kedua telapak tangannya dan tidak menjabat tangaku. Aku reflek ikut menutupkan kedua telapak tanganku. Dia tersenyum kepadaku sedangkan aku masih saja cengong melihatnya.

Kemudian aku melihat ke bawah, oh ternyata aku pakai rok. Apa mungkin gara-gara aku pake rok dia mengira aku juga sekarang menjadi alim banget sampai dia tidak mau menjabat tanganku? Atau dia berpikir aku sudah dewasa makanya dia ga mau menjabat tanganku? Soalnya taun lalu aku masih pakai celana jeans walaupun aku sudah berkerudung. Entahlah.. Mungkin baginya aku dan dia bukanlah mahram makanya ga boleh saling bersentuhan. Walaupun bagiku aku tetap menganggapnya sebagai seorang kakak, jadi tak masalah jika hanya sekedar salaman. Hehe

Aku tau dia yang benar, walaupun agak merasa ga enak yang jelas aku tetap mengagumimu dan menganggapmu sebagai kakak. Memaafkan tak harus dengan salaman bukan? Haha 😀 Lebaran, ga salaman ga masalah jika itu yang terbaik menurut kakak.

Advertisements

6 thoughts on “Dia, Menolak dengan Senyuman”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s