Catatan

Aku dan Masa (Lalu, Kini, Depan)

Setiap dari kita pasti mempunyai rencana tentang masa depan. Masa depan bagiku adalah sebuah semangat untuk menjalani masa kini dengan sebaik-baiknya. Masa depan juga merupakan pilihan terakhir yang kita tentukan setelah kita mempertimbangkan semua yang terjadi di masa lalu dan masa kini. Berbicara mengenai masa depan memang akan sangat panjang. Beberapa orang merasa bingung untuk menentukan masa depan mereka. Aku termasuk dalam beberapa orang tersebut.

Aku di masa lalu menjalani kehidupan di sebuah desa di pinggiran kota. Jauh dari keramaian, dan segala sesuatunya yang bisa kalian temui di kota. Aku menjalani kehidupan dengan sederhana. Setiap hari aku bisa bertemu dan merasakan kehangatan kasih sayang semua orang. Itu membuatku sangat nyaman dan merasakan kehidupan yang begitu sempurna. Berbeda dari masa lalu, di masa kini aku hidup ‘mendekati sebatang kara’. Hidup di kota besar tanpa seorang pun keluarga di dekatku. Namun aku mempunyai sahabat-sahabat yang selalu mengisi hariku. Aku bisa mendapatkan semuanya di sini. Aku bisa membeli makan sesuka hatiku, bisa nonton di bioskop, karaokean, dan semua hal menyenangkan lainnya.

Dua kehidupan yang sangat berbeda, aku dengan masa laluku dan aku dengan masa kini ku. Sekarang aku mulai berpikir dengan bijak dan matang tentang aku dan masa depanku kelak. Sejujurnya, ada beberapa hal yang aku inginkan, dan mungkin satu dua hal tersebut saling berseberangan. Aku ingin hidup dekat dengan orang tua. Aku ingin selalu merasakan kasih sayang orang tuaku, ingin sering-sering mengobrol dengan bapak dan ibuk, tertawa bersama, makan bersama, dan menghabiskan saat menjelang magrib bersama – sama. Begitupun aku juga ingin menjadi seorang wanita karir yang sukses, yang bisa membanggakan kedua orang tuaku, ingin mencapai cita-citaku setinggi mungkin, pergi ke luar negeri, menjadi karyawan kantoran.

Dulu aku berpikir hidup jauh dari orang tua akan membuatmu terlihat keren. Namun sekarang aku sudah membuang jauh-jauh pikiranku itu. Hidup jauh dari orang tua akan membuatmu merasakan rindu, rindu  yang tak pernah hilang. Sampai-sampai akan terasa sangat berat ketika akan berpisah lagi dengan mereka. Percaya atau tidak, sudah empat tahun ini aku berada di Jakarta, dan setiap kali akan berangkat kembali ke Jakarta, aku tidak pernah bisa kembali tanpa meneteskan air mata. (rahasia kecil)

Sekarang, aku memutuskan untuk menetap di Jakarta, sementara. Sembari menyelesaikan kuliah S1 ku. Setelah lulus, aku akan mencoba mengikuti apa yang ibuku inginkan. “Menjadi seorang PNS yang tinggal tak jauh dari rumah”. Mungkin aku akan mempertimbangkan saran dari omku, untuk mencari pekerjaan di Semarang. Semoga Allah selalu menunjukkan jalan yang terbaik untukku dan semoga seseorang itu masih mau bersamaku dimanapun nanti aku berada. Pati – Semarang – Tegal 🙂

Masa lalu, masa kini, dan masa depan. Ketiga masa yang akan aku temui. Dimanapun dan bersama siapapun aku kelak, aku percaya bahwa itulah jalan yang Dia tunjukkan, dan aku akan selalu bahagia

Di meja kerjaku

7.18 PM

Advertisements

2 thoughts on “Aku dan Masa (Lalu, Kini, Depan)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s