Catatan

Sang Pemberani

Pengendara motor yang “pemberani’,

Temans, kali ini sebelum memulai bercertia, ada baiknya aku menyapa mereka lebih dulu, aku menyebut mereka sang pemberani. Halo sang pemberani apa kabar kalian di sana? Aku senantiasa berharap kalian baik-baik selalu, sehat selalu, dan bahagia selalu. 🙂

Berbicara tentang sang pemberani, mereka adalah orang-orang yang sering bahkan selalu membuatku tertegun melihat mereka. Sampai-sampai setiap mereka lewat, mataku tak lepas mengarah ke mereka, tanpa berkedip aku memandangnya. Mereka sangat berani, dengan berani bersepeda motor tanpa helm, ohh tidak semua dari mereka tanpa helm loh. Sebagian dari mereka masih menyematkan helm di kepala. Mereka sangat kuat, dengan kekuatan itu, mereka selalu bisa memutar gas motor sampai total, membuat motornya dapat berlari dengan kencang. Begitupun motornya, tak mau kalah dengan si empunya. Setiap kali berlari   si motor pun mengeluarkan suara menggelegar yang membuat semua telinga tak sanggup menangkalnya. Terlihat sangaat gagah. Mereka juga sangat lihai, lihai meliuk-liuk di jalanan yang padat oleh pengendara lain. Mungkin mereka lebih luwes dibandingkan para penari, karena mereka bisa dengan sangat luwesnya melewati setiap motor lain yang ada di jalanan. Mereka menang.

Aku sangat tau bahwa mereka pemberani. Sedangkan aku, tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka. Oleh kerna itu aku berharap kepada mereka untuk tidak mengajakku dalam keberanian yang aku tak sanggup mengikutinya. Jangan juga ajak orang-orang lain yang sepertiku. Kami tak seberani kalian, kami masih penakut. Kami takut, kami takut tidak memakai helm saat berkendara di jalan raya. Sekali, aku pernah naik motor dan jatuh, saat itu aku tidak memakai helm dan akibatnya aku harus berbaring 4 hari di RS dan merasakan sakitnya kepala selama seminggu lebih akibat lebam di dalam kepalaku. Oh, sungguh semoga kalian tidak mengalami seperti apa yang aku alami. Semoga kalian menururnkan sedikit keberanian kalian, dan bersedia memakai helm saat berkendara.

Aku juga tidak cukup kuat seperti kalian. Aku tidak bisa memutar gas motorku dengan total, mungkin hanya 60km/jam yang mampu aku lakukan. Apalagi mengangkat motor bagian depan seperti yang kalian lakukan. Mungkin hanya di mimpi aku bisa melakukannya. Sekali, aku pernah melihat seorang pengendara yang pemberani seperti kalian memutar gas dengan sangat kuat, dan mengangkat bagian depan motornya. Sungguh kuat sekali dia. Namun hanya beberapa saat, setelah itu dia oleng. Jatuh dan boooom.. Dia tak sadarkan diri, kepalanya penuh dengan darah. Orang tuanya menangis emmbawanya ke RS. Hanya kesedihan yang aku lihat saat itu. Sungguh, kalian tidak mau kan seperti dia? Oleh karenanya, kurangilah sedikit kekuatan kalian. Bilang juga kepada motor kalian untuk tidak terlalu gagah dan tidak terlalu keras dalam mengaung. Tentulah motor kalian akan lebih cepat merasa haus dan capek  jika mengaung terlalu keras seperti itu.

Terakhir, aku juga tidak cukup luwes dalam menari. Pernah saat SD aku diajarkan ekskul menari, bukannya membuat aku lebih feminim tapi malah aku dibuli temen-temen. Katanya ‘engga pantes nari’. Kalian keren bisa menari seluwes itu lengkap dengan motor kalian. Sekali, aku juga pernah melihat slaah satu teman kalian menari dengan luwesnya. Saking luwesnya sampai-sampai dia terpeleset di depan motor depanku. Dia terjatuh, dan membuat motor belakangnya mengerem mendadak, diikuti motor belakang belakangnya lagi. Semua mengerem mendadak. Aku jadi tahu, bahwa ternyata dia tak hanya luwes dan jago menari, tapi jago juga menarik pernatian orang. Haha.. Tapi bukan tepuk tangan yang dia dapatkan. Justru rasa malu, malu karena sudah pamer keluwesannya tapi jatuh di depan banyak orang. Oleh karenanya, kurangilah keluwesan kalian saat berkendara. Tak apa-apa, hanya saja untuk berjaga-jaga agar tidak malu seperti orang yang aku lihat kala itu.

Baiklah para pengendara yang pemberani,

Sekian sapaan dari saya. Semoga kalian bisa lebih dewasa dalam bertindak. Kita semua sayang kalian dan selalu ingin kalian baik-baik selalu, sehat selalu, dan bahagia selalu 🙂

Advertisements

1 thought on “Sang Pemberani”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s