Uncategorized

Cinta itu buta. Tapi temanmu, tidak.

Aku tidak terlalu mengerti tentang cinta namun aku ingin berbagi dengan kalian satu hal yang pernah aku pelajari tentang cinta. Ketika itu aku masih berseragam biru, duduk di semester pertama sebuah universitas swasta di ibukota. Singkat cerita, tak berapa lama aku masuk aku mulai tertarik dengan seorang mahasiswa lainnya sebut saja Dani. Aku sama sekali tidak pernah mengira akan bisa berteman akrab dengan Dani. Kami berbeda dan aku merasakan itu. Dani pemberani sedang aku pemalu. Dani aktif sedang aku cenderung pasif. Dani want to be a leader, I just be a great follower. Dani punya impian yang setinggi langit sedang aku hanya seorang gadis yang memaknai kehidupan dengan sederhana. Dani punya tujuan hidup ingin mengubah dunia, dan aku hanya ingin orang tuaku bahagia. Banyak hal yang membuatku sadar sesadar sadarnya bahwa aku dan Dani berbeda. Namun itu tak lantas membuatku berhenti kagum kepadanya. Justru semakin aku tau tentang dia maka aku semakin kagum. Teman, inilah yang mungkin dinamakan cinta.

Ternyata Tuhan, Yang Maha Membolak-balikan Hati berkenan mendekatkan aku dengan Dani. Yah ternyata dibalik semua perbedaan ada satu hal yang Tuhan tunjukkan menjadi sebuah kesamaan diantara kami. Membaca. Aku dan Dani ternyata sama sama suka membaca novel. Dari situlah kami mulai dekat. Mulai sering smsan Setelah Dani meminta nomor handphone ku. Aku sungguh sangat senang kala itu. Semakin lama hubungan kedekatan ku dengan Dani semakin diketahui banyak orang. Terutama setelah peristiwa siang itu. Suatu hari ketika aku dan teman temanku sedang berkumpul di kantin, secara mendadak Dani mendatangiku. Dia tersenyum manis sambil menyerahkan sebuah novel yang baru saja dia beli dan selesai dia baca. Katanya “Ini buat kamu”. Aku langsung terdiam, speechless. Begitu juga temanku yang kaget melihat kejadian pagi itu. Walau bagaimanapun juga tapi aku senang dengan kejadian pagi itu dan aku akan selalu mengingatnya.

Aku semakin dekat dengan Dani bahkan beberapa kali kami makan berdua dan sempat jalan berdua. Aku mulai berubah, semakin lama ceritaku penuh dengan Dani Dani dan Dani, inbox di hp ku penuh dengan nama Dani, juga panggilan masuk, keluar atau miscall juga banyak nama Dani. Sepertinya aku mulai menempatkan Dani di posisi yang berbeda di hatiku. Aku sadar bahwa mulai saat itu aku menyukai dia, aku menyatakan bahwa aku suka Dani. Aku sudah berubah, ketika dulu aku sangat menyembunyikan perasaan ini, dan menutup rapat perasanku, namun sekarang aku mulai dengan santai memperlihatkan perasaan bahagia bisa dekat dengan seorang Dani. Awalnya aku pikir tak akan ada masalah dengan perasaan ini toh aku dan Dani sama-sama bahagia. Kami tak memperdulikan perbedaan diantara kami. Oia, saat itu ada lagu yang selalu mengingatkan aku dengan Dani, judulnya “Cinta Takkan Salah”, Gita Gutawa feat Derby Romero. Begini sepenggal liriknya

Perbedaan jadi tidak berarti,
Karena hati telah memilih,
Di mataku kita berdua satu,
Tak ada yang mengganggu,
Cinta takkan Salah…

Namun ternyata jalan ceritaku tak semulus soudtrack nya, ternyata “Cintaku Salah”. Selama ini aku memang sering mendengar teman-teman dekatku berkata bahwa mereka tak setuju aku dekat dengan Dani. Menurut mereka Dani bukanlah sosok yang cocok denganku. Bukan karena dia leader aku follower, bukan karena dia pemberani dan aku pemalu. Namun mereka melihat sisi negatif dari seorang Dani. Bukan mereka tidak suka dengan Dani, hanya saja mereka tidak cocok dengan Dani. Sudah berkali kali mereka mengatakan hal itu padaku namun aku tetap saja menyanggah dan berpikir Dani lah yang terbaik, Dani is perfect.

Sampai akhirnya aku sadar bahwa aku salah. Dan aku telah dibutakan oleh cinta. Suatu hari, Tuhan yang Maha Mengetahui Segalanya menunjukkan sesuatu hal yang menyakitkan hatiku. Sangat sakit. Tuhan menunjukkan Dani yang berbeda, Dani yang ternyata benar-benar Dani. Bukan Dani yang dulu aku kenal. Dan sejak saat itu aku memutuskan untuk tak lagi berharap pada seorang Dani. Oke, mulai saat itu aku melupakannya! Aku sakit hati sesakit sakitnya, semua status di media sosialku dipenuhi dengan ketidaksukaanku dengan Dani. Namun dibalik itu semua aku bersyukur, setidaknya aku masih belum terlalu jauh dekat dengan Dani. Bersyukur masih ada teman-temanku yang bisa melihat dengan benar siapa itu Dani.

Ketika kita mencintai seseorang, terkadang kita dibutakan oleh cinta. Semua akan terlihat indah di mata kita. Namun akan lebih baik jika sesorang itu juga terlihat baik dimata orang terdekat kita. Karena merekalah yang sesungguhnya bisa melihat dengan benar. Mereka yang sedang tidak dibutakan oleh cinta.

Sekian,
Ditulis berdasarkan inspirasi yang datangnya tiba-tiba
It’s just story… ^^

Advertisements

5 thoughts on “Cinta itu buta. Tapi temanmu, tidak.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s