Uncategorized

Komedo

Suatu sore di meja kantor..

Intan  : “Aduh Grut, gemes banget nih sama komedo. Dari tadi diutik-utik engga ilang-ilang.”

Grut   : “Ah elu, komedo kecil aja dipikirin, dosa yang lebih banyak aja dibiarin.”

Ah iya, terkadang memang begitu. Sesuatu yang kecil yang nampak dan bisa dirasakan terkadang lebih menyita perhatian, menguras banyak perasaan dan tenaga dibandingkan sesuatu yang jelas-jelas besar namun tak dapat di-inderakan.

Begitupun ketika kita melakukan sedikit kesalahan terhadap orang lain. Tak semua orang tahu bahwa ketika salah, sewajarnya kita meminta maaf dan mencoba memperbaiki hubungan. Bahkan di agama pun diajarkan untuk tidak mendiamkan saudaranya selama lebih dari 3 hari.

Advertisements

3 thoughts on “Komedo”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s