Uncategorized

Berubah? Ya!

Sehari ini, ada dua orang yang datang kepadaku dan berkata ada seseorang (atau lebih) yang bercerita kepadanya bahwa mereka merasa bahwa sikapku berubah akhir-akhir ini. Menjauh? Pendiam? Mungkin ada lagi yang mereka rasakan. Entah. Dan, ku jelaskan kepada kedua orang yang bertanya padaku bahwa tidak ada yang berubah dengan sikapku, aku hanya mengubah caraku bekerja. Ada perbedaan anatara aku yang dulu dan sekarang dalam hal bekerja. Beginilah kira-kira perbedaannya.

(Dulu) Aku bekerja dengan sedikit santai di jam kerja, dalam artian jika ingin bercanda atau mengobrol aku akan melakukannya, dan jika saatnya bekerja maka aku akan bekerja. Nah, untuk menebus dosaku mengobrol saat jam kerja, maka aku memilih pulang lebih telat. Jika jam pulang normal jam 16.15. Maka aku pulang jam 18.30 atau 19.00 untuk mengerjakan pekerjaanku yang tak kulakukan dijam kerja. Dan aku tidak lembur.

(Sekarang) Aku bekerja dengan memanfaatkan jam kerja sebaik-baiknya. Aku mengurangi mengobrol dan bercanda di jam kerja. Lebih serius dalam hal bekerja di jam kerja. Dengan begitu aku akan bisa pulang tepat waktu. Jam 17.00 atau jam 17.30 aku sudah bisa pulang. Sedangkan jika aku pulang jam 19.00 ke atas, aku dengan sangat santai akan menuliskan lembur karena di jam itu aku benar-benar bekerja lembur, dan bukan untuk menebus dosa mengobrol dan bercanda di jam kerja.

Lalu, ketika ada ada seseorang (atau lebih) merasa sikapku berbeda karena jarang mengobrol dengan mereka, maka itulah jawaban untuk mereka. Aku sih tak terlalu berpikir dengan apa yang mereka katakan. Yang jelas inilah pilihan caraku bekerja untuk sekarang. Karena aku merasa cara bekerja kami tidak terlalu efisien dan efektif karena terlalu banyak mengobrol.  Bahkan seseorang temanku juga setuju dengan pendapatku.

Kembali lagi bahwa setiap yang kita lakukan akan ada hitungannya masing-masing. Si A bekerja dengan baik, jarang lembur, dengan gaji sesuai yang dia dapatkan. Sedangkan si B bekerja dengan tidak terlalu baik, sering lembur, dengan gaji yang lebih. Setiap orang akan mempunyai pilihan berdasarkan beban hidup atau tujuan hidup atau juga kondisi hidupnya sekarang. Yang jelas “Akuntansi Allah” tidak akan pernah salah. Semua perhitungan baik tidaknya yang kita lakukan dalam pekerjaan akan kita pertanggung jawabkan masing-masing.

Apakah pilihanku yang paling benar diantara yang lain? Jawabannya TIDAK. Aku memilih itu jelas untuk menyesuaikan kondisiku sekarang. Tapi jelas ketika kita memilih untuk mengubah kebiasaan yang salah, dengan cara  berusaha bekerja lebih baik di jam kerja dan tidak mempunyai niat tertentu sehingga kita memilih menunda pekerjaan, maka semoga itu dikatakan BAIK. Lantas apakah aku berhenti mengobrol ? Bukan berhenti yang benar-benar tidak mengobrol dan “ngoyo” dalam bekerja. Namun hanya mengurangi. Aku hanya sedang berusaha menempatkan sesuatu sesuai porsinya.

Advertisements

1 thought on “Berubah? Ya!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s