Bergaul yang Baik

Hari ini sambil lembur di kantor tetiba ingin googling “Adab seorang istri berteman dengan lawan jenis”, berat juga ya googling nya. Nah, kenapa aku googling itu karena didasari dengan kondisiku sekarang ini. Ku sudah resmi menjadi seorang istri dan di kantor  sejak masih single aku juga sering mengobrol dengan teman kerja laki-laki. Lelaki lebih rasional, tidak seperti cewek yang dikit-dikit baper, moody dan lain sebagainya yang kadang membuatku malas mengobrol banyak. Mungkin salah satu alasannya adalah aku kehilangan sosok teman cewek yang “setipe” denganku, dan itu membuatku mencari sosok lain untuk mengisi waktu mengobrol di kantor. Obrolan santai.

Lalu setelah aku googling tadi, ku tersadar bahwa seharusnya seorang wanita harus lebih jaga jarak dengan lelaki lain setelah wanita itu menikah. Hal itu ditujukan untuk menghormati perasaan pasangan masing-masing dan juga yang terpenting adalah untuk mencegah terjadinya fitnah. Nah, hal-hal yang harus dilakukan antara lain :

Pertama: Tidak berkhalwat (berdua-duaan)

Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiap yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin.” (HR. Ahmad, sanad hadits ini shahih)

Nah loh, ga boleh berdua-duaan, baik di dunia nyata maupun maya (chatting).  Terkadang aku suka jajan bareng temanku yang biasa aku sebut “best friend” atau bahkan kita pernah sarapan bareng. Karena sudah terbiasa kali ya. Walaupun sama-sama tidak ada rasa, seharusnya hal itu harus dihindari karena termasuk dalam kategori berduaan. Membahayakan.

Termasuk saat kita chatting dengan lawan jenis. Bukan berarti kita tidak boleh membalas chatting teman, namun menurutku selama itu masih dalam batas wajar dan tidak menjurus-menjurus ke sesuatu yang bersifat pribadi, mungkin tidak apa-apa kita membalas chattingnya. Karena sampai sekarang juga ada beberapa teman yang sesekali chatting ke aku. Walaupun itu sudah sangat jarang dibandingkan dengan semasa aku masih single. Tetapi semua tetap harus ada batasannya.

Kedua: Tidak bersentuhan

“Tertusuknya kepala salah seorang lelaki diantara kalian dengan jarum besi, lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani)

Ini nih yang sebenernya hal berat tapi sering disepelekan oleh banyak orang, termasuk aku. Terkadang tanpa memang susah menjaga agar tidak bersentuhan dengan lawan jenis, semisal ada acara kantor lalu salam-salaman, rasanya masih kaku untuk menutupkan tangan menghindari bersentuhan. Namun apapun itu, sesusah apapun harus dicoba. Mungkin pada awalnya kaku, tapi lama-lama akan terbiasa dan orang-orang justru akan lebih menghormati kita jika kita menjaga diri.

Ketiga: Menutup aurat

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka (keseluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal itu menjadikan mereka lebih mudah dikenal (sebagai wanita muslimah yang terhormat dan merdeka) sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab : 59)

Sudah menjadi hal yang biasa di kantor melihat teman-teman wanita menggunakan hijab. Namun masih bisa dihitung dengan jari tangan, orang-orang yang menjulurkan kerudungnya menutupi dada dan memakai kerudung yang tidak transparan. Bagiku, menutup aurat tidak hanya tentang kerudung, namun juga baju atasan dan celana yang kita pakai. Baju dan celana diusahakan dibuat lebih longgar untuk menutupi bentuk tubuh.

Keempat: Tidak curhat

Menurut yang aku baca dan beberapa cerita teman, dapat disimpulkan bahwa “Salah satu hal yang bisa merusak rumah tangga adalah curhat masalah rumah tangga/pasangan kepada lawan jenis”.

Kelima: Menundukkan pandangan & Menjaga cara bicara

Pandangan merupakan awal terjadinya fitnah sehingga Allah memerintahkan kepada setiap laki-laki maupun perempuan untuk menjaga pandangannya. Sebagaimana firman Allah,

 “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nur : 31)

Nah, maksud dari menundukkan pandangan adalah menjaga diri kita saat mata kita saling bertemu dengan mata lawan jenis. Takut kita terpesona dengan kegantengannya atau apa yang membuat kita gagal fokus. Dan pada ujung-ujungnya bisa menimbulkan fitnah. Pun ketika kita bicara, sebaiknya berbicaralah dengan biasa saja. Tidak usah dilembut-lembutkan atau mendayu-dayu. Sewajarnya aja agar tidak membuat lawan jenis salah mengerti.

Itulah beberapa hal hasil googling hari ini yang bisa aku pelajari dan coba terapkan dalam kehidupan pekerjaan di kantor. Untuk menjadi yang lebih baik maka harus dimulai dari diri sendiri dan saat ini juga. Semangat menjadi lebih baik !!!

Sumber : https://remajaislam.com/67-adab-bergaul-dengan-lawan-jenis.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: