Catatan

Jangan datang “KIKUK”

Kawan, pernah ga sih kalian merasa canggung atau bahasa kerennya kikuk pas ketemu seseorang setelah lama ga ketemu? Kalo aku iya, apalagi kalo orang itu orang spesial buat kita. Bukan orang tua, bukan sahabat. Kalian tau kan maksudku? Kalian pernah? Atau aku satu-satunya orang yang ngrasain ini ? Bukan karena apa-apa, aku cuma ngrasa canggung aja buat mulai ngbrol. Tapi kalo suasananya udah cair pasti udah balik kya biasanya kok. Hehe.. Kalo yg kya gitu disebut malu apa malu-maluin yah? >_<

Malam ini tiba-tiba aku ingin membahas tentang kikuk. Seperti smsku yang aku kirimkan pada seseorang, mungkin itu yang mengilhami kata kikuk untuk jadi topik dimalam ini. Seseorang yang aku maksud ini adalah sesorang yang sebelumnya pernah membuat aku kikuk ( mungkin dia ga tau ttg hal ini, jadi diem2 yah.. rahasia ) dan seseorang ini juga yang mungkin akan membuatku kikuk lagi ketika bertemu dengannya ( semoga aja ga ). Hehe. Kenapa? Karena kami saat ini berpisah sekitar lima minggu, liburan kampus. Jadi kami mulai melakukan aktivitas kami secara mandiri. Padahal kami biasanya barengan. Kalo inget jadi sedih deh T^T

Aku akan menceritakan saat dia membuatku kikuk untuk pertama kalinya.. Simak yaaah.. tereret… Aku dan seseorang ini sudah kenal lama. Kami lumayan dekat satu sama lain. Karena diantara kami ga pernah ada yang memulai jadi beginilah, kami ga jelas. Namun, tanpa disadari berkat pihak-pihak lain yang selalu usil. Maka kami bisa bersama. Ssst.. Bersama ini artinya kami disatukan sebagai sebuah kelompok dalam satu tugas akhir semester. Dan itu membuat kami harus selalu bersama, mulai dari mencari user, wawancara, membuat laporan, sampai terakhir sidang project.

Saat itu, setelah libur panjang, aku dan teman-temanku untuk pertama kalinya masuk kuliah. Aku perlahan membuka pintu Lab dan berjalan menuju bangkuku, letaknya tepat disebelah bangkunya. Karena dosenku menyuruh teman sekelompok untuk duduk berdampingan maka akupun diapun pindah disebelahku. Awalnya aku merasa biasa saja, sampai akhirnya aku mengarahkan mataku kepadanya. Dia adalah orang yang pertama kali aku cari, aku sudah ga sabar buat ngisengin dia. Pas aku mulai melihatnya dari dekat. Tiba-tiba haluanku dengan seketika berubah. Yang awalnya akan mengarah padanya, tiba-tiba berbelok ke arah temanku berada. Saat itulah aku kikuk. Dia duduk dengan penampilan yang berbeda. Dia potong rambut, kelihatan lebih rapi dan berbeda. Apalagi aku sudah lama ga bertemu dengannya. Rasanya canggung banget mau ngomong. Deg deg an.. Padahal dalam hati pengen banget ngomong, soalnya udah nyiapin keisengan untuknya. Mau cerita-cerita juga. Tapi apa yang terjadi, aku malah canggung buat mulai ngobrol. Dia juga sih :p

Nah, saat ini aku juga sama. Sekitar lima minggu ga ketemu dia. Ntar pas ketemu bakal gimana yah? Kikuk kayak dulu atau udah ga. Jadi penasaran apa yang bakal beda dari dia? Katanya sih agak gendutan. Kalo udah lama ga ketemu gini pasti rasanya aneh pas pertama ketemu. Takut dia shock liat aku, tambah item pasti. Panaaas sih disini. Hehe..

Pesenku buat aku dan dia ntar pas ketemu. “Sante aja, ngobrol dengan tenang. Kan saat itu saat yang udah ditunggu”. Hehe..

Bye bye kikuk..

Note : Hari kedua dan seterusnya punyamu.. ^^

Dipersembahkan buat seseorang yang ngrasa

Di kamar, di rumah

28/08/2012 19.20 WIB

Advertisements

0 thoughts on “Jangan datang “KIKUK””

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s