Uncategorized

Transportasi Online

Hari Sabtu, sekitar pukul 23.30 WIB aku, suami, dan temanku berhenti di pinggir jalan dekat halte busway Cempaka Timur. Kami baru saja pulang dari Gandaria City untuk mencoba makan makanan Korea yang lagi “hits”, yaitu “Ojju Korean Food”. Dari Gandaria City kami naik Uber bersama teman yang rumahnya Semper, kemudian kami turun di halte busway Cempaka Timur untuk transit mencari transportasi lain ke arah Bekasi, melanjutkan pulang ke rumah.

Hari sudah malam, sesampainya di bawah halte busway, aku langsung mengecek aplikasi online pemesanan kendaraan, begitu pula temanku. Semua aplikasi online yang terinstall di Handphone kami coba satu per satu, demi mendapatkan harga termurah dalam perjalanan pulang. Ada tiga aplikasi yang kami coba yaitu Grab Car, Go Car, dan Uber. Setelah beberapa menit menunggu orderan kendaraan, akhirnya ada satu abang Go Car yang mengambil orderan kami, dia lah yang terpilih untuk mengantarkan kami ke Bekasi. Dari aplikasi itu kita juga bisa tau mobil apa yang akan menjemput, siapa nama drivernya,  dan saat itu kami akan dijemput abang Go Car menggunakan mobil Xenia.

Fenomena pemesanan kendaraan online memang sudah menjadi hal yang wajar sekarang ini. Setiap ada orang berdiri dipinggir jalan dan memegang HP, kemungkinan mereka sedang memesan atau menunggu jemputan mereka datang. Seperti saat itu, sembari menunggu jemputan abang Grab Car  kami datang, terhitung sekitar 3-4 mobil datang dan berhenti juga di halte bis Cempaka Timur, sesaat kemudian ada penumpang yang berjalan masuk ke mobil itu. Memang menggunakan jasa transportasi online semacam ini memberikan banyak keuntungan bagi penumpang. Selain harganya yang lebih murah dibandingkan taksi, transportasi ini memberikan  nilai lebih berupa kenyamanan tempat duduk, kapasitas yang lebih besar , dan kecepatan dalam pemesanan.

Continue reading “Transportasi Online”

Uncategorized

Baperjo

Dalam suatu hari akan ada orang baru datang di kehidupan kita. Silih berganti, ada yang datang dan tinggal, namun tak jarang ada yang datang  kemudian pergi. Dan setiap dari mereka datang dengan membawa suatu tujuan, membawa pesan kehidupan.

Setelah sebulan tidak bertemu mereka, kemarin akhirnya kami bertemu kembali. Sepulang kerja, aku dan suami datang berkunjung ke kampus, tempat dimana dua teman baikku bekerja. Kami satu alumni, dan di kampus inilah aku menemukan mereka, persahabatan kami dimulai. Sebut saja “Baperjo”, nama beken kami. Terdiri dari lima orang gadis (semasa itu) namun sekarang dua diantara kami sudah resmi menjadi istri orang bahkan satu diantara kami sudah ada yang mempunyai anak.

Pertemuan di kampus kemarin ternyata menjadi permulaan dari pertemuan kami selanjutnya di bulan puasa ini. Memang kami bukan tipe-tipe orang yang suka berkumpul sebulan sekali atau memiliki jadwal sendiri untuk bertemu. Kami hanya berkumpul sesekali  itupun saat benar-benar ada Moment. Terakhir kami bertemu bulan April saat perpisahan salah satu anggota kami. Rutinitas pekerjaan yang padat membuat kami tidak terlalu memaksakan untuk bertemu, kami hanya rutin menjalin komunikasi di Group Whatsapp.

Continue reading “Baperjo”

Uncategorized

Berhenti Bekerja???

“Kenapa Ntan? Lu ga mampu ngerjain web itu seminggu ? Gue perlu turun  tangan? ”, canda seorang teman saat aku menanyakan tentang permintaan salah satu Direktur kami untuk perbaikan web rekrutmen kantor yang hanya diberikan waktu satu minggu.

“Ga mampu gue. Sok lah kerjain aja. Sekarang udah beda sama dulu, yang bikin gue ga mampu karena ada yang lebih prioritas di hidup gue daripada lembur ngerjain web itu seminggu.”,

Aku sedang mengalami dilema bekerja yang teramat sangat. Mungkin ini sudah lama aku rasakan, namun ketika aku masih single semua itu masih oke untuk kujalani. Beda sekarang ketika aku sudah berstatus istri orang. Kalimat “Istri harus berbakti kepada suami”, yang dulu terdengar klise sekarag sudah menjadi hal yang kubenarkan, kuyakini, dan selalu berusaha untuk kujalankan. Yah walaupun masih belajar untuk menjalankan itu dengan baik.

Dimulai dari hari Rabu, aku dan suami sudah merencanakan untuk pergi ke Courts membeli meja setrika sepulang bekerja. Yap, setelah adanya mesin cuci di rumah berarti kegiatan menyetrika juga dilakukan di rumah (karena tidak bisa laundry lagi). Rabu seperti biasanya aku masuk bekerja, dari pagi sampai siang semuanya berjalan lancar. Tenang. Namun semua berubah ketika Negara Api (Request dadakan User ) menyerang. “Report Cost Per Line harus jadi hari Jumat”,  begitulah titah sang user. Dan itu berarti besok (Kamis), dimana orang-orang libur, dimana orang-orang upacara memperingati hari Kesaktian Pancasila, sedangkan aku tetap seperti biasanya dengan terpaksa harus masuk kerja. Sedih.

Continue reading “Berhenti Bekerja???”

Uncategorized

Cita-Cita Bersama

A man should never neglect his family for business.

Seorang laki-laki seharusnya tidak pernah mengabaikan keluarganya untuk urusan pekerjaan.”  (Walt Disney)

Usia memang bukan jaminan seseorang untuk menjadi lebih dewasa. Seseorang akan dewasa dan berubah pola pikirnya seiring dengan kondisi hidup yang dialaminya. Seperti apa yang dialami oleh salah satu temanku. Aku mengenalnya tujuh tahun lalu, semenjak kami sama-sama masuk di perguruan tinggi di Jakarta. Kami satu jurusan, satu kelas, dan senasib (sama-sama anak beasiswa). Bedanya aku  berasal dari daerah sedangkan dia berasal dari Bekasi.  Selebihnya kami sama, suka melucu, ceplas-ceplos, berprinsip, dan sedikit berisik.

Setelah lulus kuliah, kami bekerja di perusahaan yang berbeda. Dia bekerja sebagai programmer di sebuah perusahaan konsultan IT sedangkan aku bekerja di perusahaan manufaktur juga sebagai seorang programmer. Setahun bekerja di perusahaan masing-masing, dia pun memutuskan resign dari perusahaan lamanya dan pindah ke kantorku. Tanggal  2 September 2014 dia masuk di kantorku dan tepat juga aku setahun bekerja di sini. Saat itulah kami kembali berada dalam satu atap perusahaan.

Kedatangannya memberikan angin segar di kantor, dengan ilmu programming yang dia dapatkan di perusahaan lama dan kemampuan programming-nya yang tak diragukan lagi, dia memberikan sesuatu yang baru dalam dunia coding meng-coding di kantor kami. Dialah yang memulai menggunakan jquery untuk coding, dia juga yang memulai membuat aplikasi dashboard report. Dia rekan yang sangat cocok untuk berdiskusi tentang pekerjaan. Semenjak kedatangannya, aku merasa ada satu patokan yang harus aku kejar dalam ilmu programming ,yaitu dia. Jadi aku juga harus selalu belajar, karena pasti akan selalu ada ilmu baru yang dia punya.

Continue reading “Cita-Cita Bersama”

Uncategorized

Kemudahan – Water Filter

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6)

Di setiap kesulitan hidup yang kita alami, pasti Alloh memberikan kemudahan. Kuncinya yaitu bersabar, berusaha, dan senantiasa berdoa kepada Alloh. Setiap manusia, dalam pertumbuhan kedewasaannya akan mengalami masalah yang semakin lama semakin berat. Namun akan ada saat dimana Alloh memberikan kemudahan dari cara yang benar-benar tidak terduga. Itulah pertolongan Alloh yang selalu datang kepada hambaNya yang bersabar.

Awal mula pindah rumah, aku menghadapi masalah yang menurutku cukup membuat aku dan suami pusing, yaitu masalah supply air di rumah. Masalah yang aku hadapi adalah, rumah kami belum pasang air PAM dan masih menggunakan air sumur/air tanah. Air tanah itu pun masih bermasalah, diantaranya air kurang jernih dan bau. Bayangkan saja, seberapa seringnya kita menggunakan air di rumah. Dan jika air di rumah tidak begitu bagus tentunya akan menyebabkan kegiatan rumah terganggu misalnya untuk masak, mencuci piring, dan mencuci baju. Dengan kondisi air tanah yang begitu tidak bagus, maka aku dan suamiku memutuskan untuk memasang air PAM dan untuk sementara waktu kami hanya menggunakan air tanah untuk mandi. Sedangkan untuk masak dan mencuci piring kami menggunakan air isi ulang. Aku juga harus menahan keinginan untuk membeli mesin cuci karena air tanah kami tidak memungkinkan untuk mencuci. Jadi sementara kami masih laundry. Efeknya, beberapa teman kantor sering mengkomentari seragamku yang dibilang kotor. “Intan setelah menikah kok seragamnya kotor gitu, gimana seragam suaminya?”, kalimat itu terasa jleb di hati. Aku Cuma bisa bersabar mendengar setiap perkataan negative yang berhubungan dengan kondisiku sekarang, kondisi sudah menikah.

Continue reading “Kemudahan – Water Filter”

Uncategorized

Life Goal – “Merasa Cukup”

Ketika berbicara tentang hidup, maka akan juga bicara tentang tujuan hidup. Orang yang mempunyai tujuan dalam hidupnya, menentukan impian dan target yang akan dicapai akan hidup dengan lebih teratur dibandingkan yang tidak. Karena dia akan selalu berpikir, berusaha, dan berdoa untuk setiap impian yang ingin diwujudkan.

Baru semalam, aku dan seorang teman membicarakan tentang target dalam hidup. Aku berkata “Kenapa ya orang yang mengejar duniawi terlihat lancar-lancar saja dalam karirnya?”. “Ya, mengejar duniawi itu mudah. Yang susah mengejar akhirat. Dan orang yang mengejar duniawi, semakin dia mengejar akan semakin lupa tujuan hidup untuk akhirat”, kata dia menjawab.

Dan seringkali orang memang lupa dengan apa sebenarnya tujuan hidupnya. Apalagi yang tinggal di perkotaan, rutinitas sehari-hari yang begitu padat, pekerjaan yang terkadang menyita waktu, serta gaji yang cukup, membuat kita dengan mudahnya lalai dengan apa yang sebenarnya menjadi tanggung jawab kita di dunia. Membuat kita menjadikan pekerjaan sebagai suatu hal yang sangat penting dan gaji menjadi target yang sangat ingin dicapai dan dimaksimalkan jumlahnya.

Continue reading “Life Goal – “Merasa Cukup””

Uncategorized

Online Shop “Ontita”

“Zuu jadi nama online shop kita apa nih? Unch Unch ? ”, tanyaku kepada temanku, sebut saja Zuu.
“Seriusan pake unch unch ? Kurang menjual untuk olshop.”, jawabnya menolak usulanku.
“Apa dong? Emm.. Jigglypuff? Anabel ? “, tanyaku lagi.
“Anabel siapa? Ontita ~ Onti Onta? Gimana?”, jawabnya memberi masukan.
“Ontita aja deh. Sipp. Sekalian bikin logo nya ya.”, jawabku setuju.

Percakapan itu kami lakukan di whatsapp sekitar bulan November 2016. Saat itu kami berpikir tidak terlalu keras untuk menentukan nama online shop baru kami. Alhamdulillah, akhirnya kami merealisasikan impian mempunyai online shop. Setelah berkali-kali kami ingin mencari cara untuk mengisi waktu luang dengan berjualan, akhirnya kami memutuskan untuk berjualan baju. Sebuah hal yang tidak terduga ketika kami memutuskan untuk menjadi reseller sebuah brand baju homemade. Awalnya kami sempat mencari-cari untuk menjadi reseller novel dan sepatu. Kenapa memilih novel dan sepatu? Karena aku dan si Zuu hobi belanja novel dan sepatu, kata orang agar lebih lancar berbisnis, maka bisnislah sesuai dengan hobi. Namun rencana reseller novel dan sepatu gagal karena kami tidak menemukan vendor yang tepat.

Suatu hari, aku tidak sengaja membuka instagram seorang selebgram. Nah di IG nya, ada salah satu foto dimana si selebgram itu endorse baju. Terlihat bagus bajunya, maka akupun langsung membuka IG olshop baju tsb. Disana tertulis open reseller/agen. Aku langsung menginfokan ke temanku si Zuu. Setelah menimbang-nimbang, diskusi sana sini, kami pun memutuskan untuk menjadi agen dari olshop tersebut. Cara menjadi agen cukup mudah, kami hanya perlu membeli baju dari olshop tsb sesuai batas minimal pembelian. Selanjutnya kami secara berkala akan mendapatkan foto produk-produk dengan nama olshop kami “Ontita”.

Continue reading “Online Shop “Ontita””