Marriage Story

Sudahkah Kita Bersyukur?

Sudahkah kita bersyukur atas hal-hal kecil yang terjadi dalam kehidupan kita? Mungkin jika mendadak kita mendapatkan sesuatu yang besar, barulah kita bersyukur. Sedangkan terkadang kita melupakan hal-hal kecil yang sebenarnya itupun rejeki yang diberikan, hanya saja terkadang kita menganggapnya biasa. Nah, mungkin saja Allah memberikan musibah sebagai pengingat untuk kita akan hal-hal kecil yang harusnya juga kita syukuri dengan sungguh-sungguh.

Seperti, sebagian dari kita yang diumur masih muda, sudah diberikan rejeki cukup untuk bisa berkurban setiap tahunnya. Dibandingkan dengan sebagian yang lain yang masih belum diberikan rejeki berupa pekerjaan tetap. Juga yang sudah diberikan kesempatan besar oleh Allah untuk datang ke rumah Allah, karena tidak semua orang akan mendapatkan kesempatan yang sama. Maka hal itu merupakan suatu hal yang besar bagi sebagian orang, namun bisa juga sebagai hal yang biasa saja bagi orang-orang yang bisa dengan mudah untuk berkurban dan pergi mengujungi rumah Allah. Namun, jika kita selalu bersyukur maka betapa hal kecil itu terasa besar nikmatnya bagi hidup kita.  Dan Allah tentunya akan menambah nikmatnya kepada hamba Nya yang bersyukur.

Lagi dan lagi aku dan suami mendapatkan suatu rejeki yang mungkin menurut sebagian orang sangat sepele namun begitu berarti bagi kami. Seperti biasa, cerita ini akan tidak jauh jauh dari cerita tentang rumah dan banjir. Sore itu langit mendung, hujan pun turun dengan sangat deras. Aku dan suami seperti biasa menunggu hujan reda. Jam 7 malam hujan perlahan mulai reda menyisakan gerimis tipis yang tak begitu membuat basah. Aku dan suami pulang ke rumah.

Continue reading “Sudahkah Kita Bersyukur?”

Advertisements
Meja Kerjaku

Cantik Parasmu

Setiap orang akan diberikan anugrah yang berbeda-beda dari Allah, dan tinggal bagaimana cara kita mensyukuri dan memanfaatkan dengan baik anugrah yang diberikan itu. Dalam sebuah komunitas, tentulah ada orang yang dianugrahi kepandaian, kecantikan, tingkat percaya diri yang lebih dibandingkan orang lain. Namun tak berarti kita harus men-spesialkan seseorang tersebut.

Tak jarang di kehidupan pekerjaan kita akan dengan mudah menemukan sosok orang yang pandai dan sosok orang yang cantik dalan suatu lingkungan yang sama. Dan inti dari bekerja adalah bagaimana pekerjaan itu dapat diselesaikan dengan baik. Bukan tentang siapa yang pandai dan siapa yang cantik.  Salah satu teman pernah bercerita padaku, hari itu dia diberikan tugas oleh atasannya untuk mengerjakan laporan keuangan bulan itu. Setelah menyelesaikan laporan, si temanku mendatangi atasannya langsung dan si atasan pun mengecek laporan itu dan berkata,

“Oke, sudah sesuai. Tolong kamu berikan si B. Biar dia minta tanda tangan ke Manager. Soalnya Manager minta kalo tanda tangan biar si B yang ngasih”.

Ngek, seketika ekspresi wajah temanku pun berubah. Lah kenapa harus si B yang meminta tanda tangan, bukankah ini hasil kerja si temanku. Dan, alasannya adalah karena si B cantik, enak dipandang mata sehingga Manager lebih suka si B dibandingkan temanku.

Continue reading “Cantik Parasmu”

Marriage Story

Dalam Hujan

Kelapa Gading hujan deras semenjak siang sampai sore jam pulang kerja. Saat itu aku dan suami memutuskan untuk menunggu hujan reda, baru meluncur ke rumah. Kami menunggu di kantor masing-masing. Aku sibuk bersama teman-teman menonton perlombaan Porseni kantorku, sedangkan suamiku sibuk bersama teman-temannya juga main games  di kantor.

Sampai jam 7 malam, hujan masih tak hentinya mengguyur Kelapa Gading. Sepertinya hujan tidak akan segera berhenti karena semakin lama semakin deras. Mengingat kami memakai sepeda motor ke kantor dan suami yang sedang masuk angin maka tidak memungkinkan kami menerobos hujan. Bisa-bisa suami tambah tambah lagi masuk anginnya.

Akhirnya kami memutuskan untuk naik Grab Car, maklumlah pasangan setengah muda ini belum mempunyai uang cukup untuk membeli mobil. Jadinya Grab Car menjadi pilihan penyelamat kami. Motor ditinggal di parkiran kantor suami, lalu suami mulai mencari Grab Car kemudian menjemputku ke kantor barulah kami bersama-sama pulang ke rumah di Bekasi. Sebenarnya, keputusan naik Grab Car pada malam itu, baru pertama kali terjadi dalam sejarah perjalanan kami. Karena beberapa alasan, yaitu biaya naik Grab yang mahal, kedua, mengingat motor kami tinggal di kantor berarti masing-masing kami harus naik Grab Bike untuk berangkat kerja keesokan harinya. Namun mengingat kondisi kesehatan suami yang sedang tidak baik, maka keputusan itu kami anggap tepat. Haha

Dalam perjalanan aku dan suami sama sama bertanya-tanya “Duh, Kelapa Gading deres banget hujannya. Apa kabar Bekasi? Apa kabar rumah kita? Banjir gak ya? “

Continue reading “Dalam Hujan”

Uncategorized

Bergaul yang Baik

Hari ini sambil lembur di kantor tetiba ingin googling “Adab seorang istri berteman dengan lawan jenis”, berat juga ya googling nya. Nah, kenapa aku googling itu karena didasari dengan kondisiku sekarang ini. Ku sudah resmi menjadi seorang istri dan di kantor  sejak masih single aku juga sering mengobrol dengan teman kerja laki-laki. Lelaki lebih rasional, tidak seperti cewek yang dikit-dikit baper, moody dan lain sebagainya yang kadang membuatku malas mengobrol banyak. Mungkin salah satu alasannya adalah aku kehilangan sosok teman cewek yang “setipe” denganku, dan itu membuatku mencari sosok lain untuk mengisi waktu mengobrol di kantor. Obrolan santai.

Lalu setelah aku googling tadi, ku tersadar bahwa seharusnya seorang wanita harus lebih jaga jarak dengan lelaki lain setelah wanita itu menikah. Hal itu ditujukan untuk menghormati perasaan pasangan masing-masing dan juga yang terpenting adalah untuk mencegah terjadinya fitnah. Nah, hal-hal yang harus dilakukan antara lain :

Pertama: Tidak berkhalwat (berdua-duaan)

Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiap yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin.” (HR. Ahmad, sanad hadits ini shahih)

Nah loh, ga boleh berdua-duaan, baik di dunia nyata maupun maya (chatting).  Terkadang aku suka jajan bareng temanku yang biasa aku sebut “best friend” atau bahkan kita pernah sarapan bareng. Karena sudah terbiasa kali ya. Walaupun sama-sama tidak ada rasa, seharusnya hal itu harus dihindari karena termasuk dalam kategori berduaan. Membahayakan.

Termasuk saat kita chatting dengan lawan jenis. Bukan berarti kita tidak boleh membalas chatting teman, namun menurutku selama itu masih dalam batas wajar dan tidak menjurus-menjurus ke sesuatu yang bersifat pribadi, mungkin tidak apa-apa kita membalas chattingnya. Karena sampai sekarang juga ada beberapa teman yang sesekali chatting ke aku. Walaupun itu sudah sangat jarang dibandingkan dengan semasa aku masih single. Tetapi semua tetap harus ada batasannya.

Continue reading “Bergaul yang Baik”

Catatan

Yuk Hijrah

CPiya-cUAAAVZy2

Pada suatu hari aku pergi ke Summarecon Mall Bekasi (SMB) bersama suami tentunya, kali ini kami pergi dalam rangka menuruti permintaan suami yang pengen banget nonton Kingsman 2. Film di mulai jam 4, dan kami datang tepat jam setengah 4. Haha. Karena kami sudah yakin (insyaAllah) dapat ticket, secara pesan ticketnya udah duluan pakai M-tix jadinya kami santai datang mepet mepet waktu film mulai. Aku dan suami memutuskan untuk sholat ashar terlebih dahulu. Nah, di mushola inilah cerita ini akan dimulai.

Mushola SMB ramai seperti biasanya, dan ini belum jam 4, ya dapat dibilang awal waktu ashar lah ya. Masya Allah banget melihat orang-orang yang antusias sholat awal waktu, soalnya biasanya kalau sudah di Mall orang-orang pasti mepet-mepet sholatnya. Lalu, ku terkagum lagi melihat hampir semua bu ibu di Mushola menggunakan hijab, eits bukan mukena yang dijadikan hijab ya. Tapi benar-benar hijab, entah apapun itu bentuknya, pashmina, paris, khimar atau apapun itu yang jelas mayoritas dari mereka menggunakan hijab.

Begitu kuatnya pengaruh islam di jaman sekarang ini, hijab yang dulunya masih jarang dipakai oleh bu ibu, sekarang sudah menjadi trend tersediri di kalangan bu ibu. Seingatku, dulu tahun 2010 pertama kalinya ku memutuskan berhijab, begitu susahnya mencari baju panjang atau kaos panjang pendukung kostum hijab. Sekarang, setelah 7 tahun bergulir, seperti berbanding terbalik karena begitu mudahnya mencari baju panjang, kaos panjang, tunik, gamis, dsb untuk menyempurnakan pakaian muslimah kita. Lalu kesimpulan yang saya dapatkan adalah “Akan ada suatu masa dimana seorang muslimah akan tergugah hatinya untuk berpenampilan tertutup”. Entah itu berpenampilan yang benar-benar syar’i atau berpakaian yang sebatas menutup aurat. Entah atas dasar perintah agama atau mengikuti trend sekarang ini.

Continue reading “Yuk Hijrah”

Uncategorized

Transportasi Online

Hari Sabtu, sekitar pukul 23.30 WIB aku, suami, dan temanku berhenti di pinggir jalan dekat halte busway Cempaka Timur. Kami baru saja pulang dari Gandaria City untuk mencoba makan makanan Korea yang lagi “hits”, yaitu “Ojju Korean Food”. Dari Gandaria City kami naik Uber bersama teman yang rumahnya Semper, kemudian kami turun di halte busway Cempaka Timur untuk transit mencari transportasi lain ke arah Bekasi, melanjutkan pulang ke rumah.

Hari sudah malam, sesampainya di bawah halte busway, aku langsung mengecek aplikasi online pemesanan kendaraan, begitu pula temanku. Semua aplikasi online yang terinstall di Handphone kami coba satu per satu, demi mendapatkan harga termurah dalam perjalanan pulang. Ada tiga aplikasi yang kami coba yaitu Grab Car, Go Car, dan Uber. Setelah beberapa menit menunggu orderan kendaraan, akhirnya ada satu abang Go Car yang mengambil orderan kami, dia lah yang terpilih untuk mengantarkan kami ke Bekasi. Dari aplikasi itu kita juga bisa tau mobil apa yang akan menjemput, siapa nama drivernya,  dan saat itu kami akan dijemput abang Go Car menggunakan mobil Xenia.

Fenomena pemesanan kendaraan online memang sudah menjadi hal yang wajar sekarang ini. Setiap ada orang berdiri dipinggir jalan dan memegang HP, kemungkinan mereka sedang memesan atau menunggu jemputan mereka datang. Seperti saat itu, sembari menunggu jemputan abang Grab Car  kami datang, terhitung sekitar 3-4 mobil datang dan berhenti juga di halte bis Cempaka Timur, sesaat kemudian ada penumpang yang berjalan masuk ke mobil itu. Memang menggunakan jasa transportasi online semacam ini memberikan banyak keuntungan bagi penumpang. Selain harganya yang lebih murah dibandingkan taksi, transportasi ini memberikan  nilai lebih berupa kenyamanan tempat duduk, kapasitas yang lebih besar , dan kecepatan dalam pemesanan.

Continue reading “Transportasi Online”

Uncategorized

Baperjo

Dalam suatu hari akan ada orang baru datang di kehidupan kita. Silih berganti, ada yang datang dan tinggal, namun tak jarang ada yang datang  kemudian pergi. Dan setiap dari mereka datang dengan membawa suatu tujuan, membawa pesan kehidupan.

Setelah sebulan tidak bertemu mereka, kemarin akhirnya kami bertemu kembali. Sepulang kerja, aku dan suami datang berkunjung ke kampus, tempat dimana dua teman baikku bekerja. Kami satu alumni, dan di kampus inilah aku menemukan mereka, persahabatan kami dimulai. Sebut saja “Baperjo”, nama beken kami. Terdiri dari lima orang gadis (semasa itu) namun sekarang dua diantara kami sudah resmi menjadi istri orang bahkan satu diantara kami sudah ada yang mempunyai anak.

Pertemuan di kampus kemarin ternyata menjadi permulaan dari pertemuan kami selanjutnya di bulan puasa ini. Memang kami bukan tipe-tipe orang yang suka berkumpul sebulan sekali atau memiliki jadwal sendiri untuk bertemu. Kami hanya berkumpul sesekali  itupun saat benar-benar ada Moment. Terakhir kami bertemu bulan April saat perpisahan salah satu anggota kami. Rutinitas pekerjaan yang padat membuat kami tidak terlalu memaksakan untuk bertemu, kami hanya rutin menjalin komunikasi di Group Whatsapp.

Continue reading “Baperjo”