Makan

Faktor utama yang menentukan enak tidaknya makanan bukanlah seberapa mahal/mewahnya makanan, tapi dengan siapa kita makan. Makanan sederhana murah meriah terasa begitu nikmat saat kita makan bersama keluarga, orang yang kita sayang, yang selalu kita harapkan kedatangannya. Sebaliknya, makanan restoran mahal bisa saja terasa biasa saja kalau makannya bersama orang yang juga biasa saja.

Maka tak heran orang Jawa berpedoman, makan gak makan yang penting kumpul. Karena kumpul bersama keluarga adalah hal yang paling berharga buat mereka. Itu dulu.Ya, sekarang kebanyakan orang Jawa sudah meninggalkan prinsip itu. Karena keadaan mereka pun memilih merantau ke berbagai tempat dengan berbagai alasan. Berpisah sementara dengan keluarga mereka di Jawa dan pulang hanya saat” tertentu. Itulah yang dinamakan jalan hidup, terkadang bisa sesuai keinginan kita terkadang tidak. Seperti aku, menjadi salah satu anak Jawa perantauan yang sudah tinggal lama di Jakarta. Walaupun sudah menikah dan tinggal bersama suami, tetap saja ada rasa rindu kampung halaman. Rindu daerah asal dengan segala yang ada di sana.

Terkadang merasa ingin kembali ke kampung halaman, sederhana saja, hanya ingin makan bareng keluarga, bercerita kejadian dikerjaan setiap harinya, bercanda, mengobrol, membantu orang tua, dan kegiatan lainnya yang bisa dilakukan seorang anak yang tinggal dekat dengan orang tuanya. Ingin pindah ke kampung halaman. Namun, lagi” ku ingat, setiap orang punya jalan hidupnya masing”, punya takdir kehidupan masing” yang harus dijalani oleh semua keluarga dengan ikhlas dan penuh rasa syukur.

Continue reading

Tamu dari Jepang

Sudah menjadi agenda rutin di kantorku jika ada beberapa orang dari Company Group yang datang berkunjung. Biasanya mereka berkunjung untuk melihat perkembangan proses manufaktur di pabrik kami. Semenjak satu tahun terakhir, semakin sering mereka berkunjung berkaitan dengan issue implementasi IoT di pabrik.

Perusahaan kami memang bukan yang pertama, namun kami mencoba mengimplementasikan IoT semaksimal mungkin. Berkat hasil kerja keras teman-teman di tahun 2017, perusahaan kami terkenal dengan IoT-nya di Company Group. Menjadi terkenal, bisa mendatangkan sesuatu yang positif dan negatif (aku melihatnya demikian). Sisi positifnya, nama baik perusahaan semakin dikenal di Company Group dan yang terpenting di Customer, sehingga meningkatkan kepercayaan customer untuk bekerjasama dengan perusahaan. Sedangkan sisi negatifnya, harus mempertahankan nama baik itu. Mempertahankan terkadang lebih susah karena di luar sana, banyak perusahaan-perusahaan di Company Group yang akan mencoba membuat IoT lebih bagus dari pada kita. Dan sebagai yang bisa dibilang lebih dulu mengimplementasikan IoT, perusahaan kita harus selalu melakukan improvement-improvement terbaru.

Continue reading

Jarak – Berpisah

Bangku di taman masih sama seperti saat pertama kali aku datang ke kampus ini bersama ayah dan ibu. Bedanya, hari ini tak banyak mahasiswa mengobrol atau sekedar duduk di taman menunggu jam kuliah. Gerimis sedari pagi membuat taman kampus basah berair dan sepi.

Aku suka hujan, hujan selalu datang membawa kembali cerita-cerita lama untuk dikenang. Mengingatnya kadang membuatku rindu, rindu tentang masa lalu, juga tentang perjuangan atas apa saja yang sudah diriku lakukan hingga aku bisa melanjutkan kuliah di kampusku yang sebentar lagi akan kutinggalkan.

Tak terasa perkuliahan di kampus sudah hampir selesai. Tiga setengah tahun aku menghabiskan waktu disini, bertemu dengan orang-orang baru yang kemudian menjadi sahabat, belajar banyak hal dari yang awalnya terasa berat sampai akhirnya aku benar-benar menyukai semua yang ada disini.

Aku menyelesaikan kuliah lebih cepat dari seharusnya. Bukan karena aku pintar, aku hanya cukup beruntung bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Masih ada enam bulan lagi untuk menunggu waktu wisuda bersama teman-teman seangkatanku. Sambil menunggu waktu wisuda, aku kembali mencoba memanfaatkan waktuku dengan baik. Saat masih dalam perkuliahan, aku sempat mendaftarkan diri untuk mengikuti Student Exchange Program, dan tujuanku adalah universitas di Jerman. Akupun mendapatkannya, tiga minggu lagi aku akan terbang ke Jerman dan berada di sana sekitar enam bulan lamanya. Kesempatan langka yang akan aku gunakan semaksimal mungkin untuk mencari informasi tentang universitas dan program beasiswa yang ada di sana. Aku sangat ingin melanjutkan S2 di Jerman, dan ini seperti mimpi yang akan menjadi kenyataan.

Sambil menunggu tiga minggu itu datang, setelah selesai sidang skripsi, aku menghabiskan waktu di rumah, sesekali ke kampus untuk berjalan-jalan melihat setiap sudut yang pernah aku singgahi. Berkumpul bersama teman-teman seangkatan dan seperti saat ini, jajan di kantin bersama sahabat terbaik, Aida.

“Han, inget gak dua tempat yang paling sering kita datangin di kampus?”, kata Aida.

“Hmm. Kantin dan perpus kan?”, jawabku.

“Iya bener. Gak kerasa bentar lagi kita udah selesai kuliah ya. Kamu malah udah mau ke Jerman. Aku disini sendirian dong.”

Continue reading

My December

Sebelum memulai postingan tentang flashback 2018, aku ingin menuliskan cerita tentang Desemberku. Bagi sebagian orang, akhir tahun menjadi saat-saat yang ditunggu untuk menghabiskan waktu dengan keluarga. Entah itu sekedar berada di rumah berkumpul dengan keluarga ataupun pergi berlibur ke tempat-tempat wisata. Apalagi untuk karyawan swasta, moment akhir tahun menjadi hal yang sangat menyenangkan dengan adanya bonus akhir tahun dan banyak cuti bersama, jadilah saat yang tepat untuk melakukan refreshing setelah setahun penuh bekerja keras mengejar target.

Hal itu berlaku untuk sebagian orang. Sedangkan sebagian lain (aku), akhir tahun menjadi moment yang lebih sibuk dibandingkan bulan-bulan biasanya. Beberapa event penting pekerjaan harus diselesaikan di akhir tahun. Seperti tahun ini, ada banyak event di penghujung 2018 yang memaksa aku dan sebagian temanku untuk berhenti membayangkan liburan seperti yang orang lain lakukan. Beberapa event penting yang aku terlibat di dalamnya yaitu :

  • Proses Gaji dan HAT
  • Closing Akhir Tahun
  • Stock Opname
  • Go Live New HRMS Application

Keempat event itu menyita sebagian banyak hari-hariku di bulan Desember 2018. Sehingga beginilah perjalanan hari-hariku :

Tanggal 24 Desember 2018, sebagian besar teman kantor cuti. Sedangkan aku tetap di kantor sampai penghujung Desember 2018 untuk memastikan Aplikasi HRMS baru,  siap Go Live di bulan Januari 2019.

Continue reading

Jarak – Menjauh

Semenjak saat itu, ya semenjak Athar resmi jadian dengan Savi, ada beberapa hal yang akhirnya berubah dari hidupku. Pertama, aku tak lagi mempunyai teman pulang naik KRL. Athar lebih sering menghabiskan waktu dengan Savi di hari libur kuliah. Kedua, aku tak ada lagi teman yang setiap saat bisa mengantarkanku kemanapun aku inginkan.  Biasanya, dengan Athar aku hanya tinggal menelponnya dan dia akan langsung datang. Sekarang, saat ingin pergi kemanapun, hanya Aida teman paling setia menemaniku menyusuri perjalanan kota Depok. Kami berdua tidak ada yang membawa kendaraan pribadi, jadilah kami berkelana dengan bantuan transportasi umum. Aku mulai terbiasa dengan kondisi ini, toh ada Aida yang senasib denganku. Sama-sama enggan menjalin hubungan dengan cowok karena bukan prioritas, begitu menurut kami.

Aku perlahan mulai menjauh dari Athar. Aku memang kuat dalam bertahan, walaupun rasanya sedih kehilangan dia, namun aku bisa menunjukkan bahwa aku baik-baik saja. Terkadang aku ingin sesekali kembali mengobrol dengan dia, tapi aku tahu bahwa tak mungkin akan bisa seperti dulu. Sedangkan Athar, dia masih menganggap tidak perlu ada yang berubah antara kami. Dia masih sering mengirimkan pesan WhatsApp kepadaku. Tentu dia masih membutuhkanku untuk mengurusi hal-hal kecil dihidupnya, seperti membantunya mengerjakan tugas-tugas kampus yang enggan dia kerjakan. Ya begitulah Athar, selalu saja menyusahkan. Dan dari sekian pesan WhatsApp nya, tak jarang dia mengirimkan pesan yang aneh, seperti malam ini.

“Han, aku lagi keluar sama Savi sampe jam 9. Jangan kirim WA ke aku dulu ya. Nanti aku WA kamu.”  Begitulah kira-kira pesan yang sering dia kirimkan ke aku. Mungkin baginya itu biasa saja, namun bagiku tidak.

Continue reading

Pop Up Form Using Bootstrap

Aku pernah nulis tentang membuat Pop Up form seperti yang ada di postingan PHP – Pop Up form untuk edit, delete, dan add. Ternyata lumayan banyak yang comment dan minta untuk dikirimkan scriptnya. Sampai sekarang juga masih ada beberapa yang comment disana.

Nah, di postingan ini aku mau ngasih tau bagi adek-adek yang mungkin baru belajar programming, bahwa ada cara baru yang lebih mudah untuk membuat Pop Up form yaitu menggunakan Bootstrap template.

Caranya, kalian tinggal download saja Bootstrap Template dari Google, banyak kok pilihannya dan itu free. Kalau kalian udah download, disana banyak banget contoh penggunaan bootstrap mulai dari Responsive Table, yaitu tabel dengan filter dan paging otomatis  langsung bisa dipakai jadi kalian ga perlu repot-repot lagi nyari cara buat bikin paging di tabel.

Selain itu, ada juga yang namanya “Modal”, nah “Modal” ini lah yang bisa kalian gunakan untuk membuat Pop Up form. Kalian gak perlu otak-atik jquery nya atau download jquery tertentu seperti yang aku lakukan di postingan ini. Kalian cukup panggil modal-nya aja sesuai dengan yang kalian inginkan.

Ini aku kasih contoh penggunaannya :

Continue reading