Meja Kerjaku

Just a dream, I hope

Semangat pagi.. “Pagiii”
Apakah Anda dalam keadaan sehat? “Sehat”
Apa kabar? “AKU PRIMA”

Seperti pagi-pagi biasanya, kami selalu memulai pagi dengan kalimat tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan sharing tentang pekerjaan, kami semua menyebutnya chorei. Chorei pagi ini rasanya berbeda. Awalnya semua berjalan seperti biasa, kami membahas projek yang sedang  dalam proses, namun semua berubah ketika departemen headku mulai mengarahkan perhatiannya kepada salah satu diantara kami. Ini bukan kali pertama dia  mendapatkan perhatian khusus dari atasanku, sudah berulang kali, karena dia mendapatkan projek yang super penting maka dia akan mendapatkan perhatian banyak. Perhatian disini lebih tentang menanyakan progress projek yang dipegangnya.

Kali ini berbeda, atasanku tidak sedang menanyakan projek kepadanya. Namun atasanku berkata kepadanya untuk segera meminta surat ke HRD, kemudian memintanya melakukan sharing section, dan membuat dokumentasi atas projek apa yang dia kerjakan selama ini. Aku kaget mendengar semua itu, apa yang sedang terjadi aku pun tak tahu. Baru semuanya benar-benar jelas ketika atasanku berkata bahwa, “Kamu telah menorehkan banyak karya di perusahaan kita. Semuanya kamu kerjakan dengan baik.”

Aku semakin kaget, seketika aku mengarahkan pandanganku kepadanya. Dia hanya tersenyum kemudian berkata “Engga kemana-mana kok, masih di Jakarta”. Mba-mba disebelahku tak kalah kagetnya denganku, dia pun bertanya kepadaku “Dia resign ?”, aku hanya bisa menggeleng karena tidak tahu apapun. Mendengar itu mendadak aku mulai sedih, mataku berkaca-kaca, sebentar lagi mungkin akan mengeluarkan air mata. Mulai detik itu aku berharap bahwa semua yang aku dengar pagi ini hanyalah candaan, atau semuanya tidak lebih dari sekedar mimpi. Just a dream, and never becomes reality.

Tapi ternyata aku salah, bahwa yang aku dengar pagi ini adalah benar-benar kenyataan, dan aku harus menerimanya. Siang itu kami tim IT melakukan weekly meeting, bertepat di ruang Papua lantai 3 disinilah aku mendapatkan beberapa jawaban atas pertanyaanku. Benar dia akan meninggalkanku dan IT tim lainnya. Dia akan mengakhiri masa karirnya mulai pertengahan bulan Juni. Tanpa kabar apapun dia melakukan semua ini. Dia, dalam diamnya ternyata menyimpan banyak rencana untuk masa depannya. Aku tak pernah mengira dia akan secepat ini meninggalkan tim.

Aku tak kuasa melihat ke arahnya, setiap kali aku melihatnya maka aku tak bisa membendung air mataku lagi. Dan parahnya rekan satu tim IT, sebut saja Mas Ded dan Pak Kyai, memanfaatkan situasi itu. Mas Ded kemudian berakting memeluknya sambil menunjukkan raut muka kesedihan, dia melakukannya tepat di depanku. Maka akupun kembali menangis. Begitu juga Pak Kyai, dengan polosnya Pak Kyai menyetelkan lagu yang sendu dan bercerita penuh dramatis kepadaku. Itu pun membuatku kembali menangis. Momen yang sedih namun membahagiakan bagiku. Aku merasa dekat dengan mereka. Namun ketika aku mulai dekat dengan mereka, maka satu dari mereka harus meninggalkanku.

Padahal mulai dekat ya mba. Tapi malah sudah harus ditinggal pergi. -Kata Mas Ded-

Ntan, kalau kita semua nanti resign kamu sendirian loh. Hayoo. -Kata Pak Kyai-

Kamu baru belajar Ntan, beginilah hidup sebenarnya. Itu baru dia, kalo saya yang resign kamu gimana? -Kata Pak Putut-

Aku menjawabnya dengan “Aku bakal nangis guling-guling kalau pada pergi. Jangan pada pergi, disini saja yah sama aku” 😦

Aku sampai saat ini masih belum bisa menerima bahwa dia akan pergi, bagiku semua perasaanku ini tidak berlebihan. Aku menganggapnya sebagai seorang keluarga. Dan sekarang ketika salah satu dari keluarga akan pergi meninggalkan rumah, maka akan terasa sepi.  Kami semua akan merindukan kamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s